Grafik Harga Dinar dalam Rupiah dan Dollar

grafik harian

Performa Harga Dinar dalam Jangka Pendek & Panjang

Kamis, 06 Oktober 2011

Dinaria (Episod 0), Negeri Di Batas Waktu : Sebuah Prolog


Oleh Muhaimin Iqbal (geraidinar.com)

Setelah buku saya yang ke delapan – Kambing Putih Bukan Kambing Hitam terbit awal tahun ini, sebenarnya saya ingin mulai menulis buku yang sama sekali berbeda untuk buku ke 9 dan seterusnya.  Namun setelah hampir rampung buku yang ke 9 yang insyaallah berjudul “Ayo Berdagang…”,  rasanya masih juga terlalu mirip dengan beberapa buku sebelumnya. Maka buku ke 10 yang terbit inyaAllah akhir tahun depan yang akan berbeda sama sekali.

Karena saya tidak mau membuang waktu terlalu banyak untuk menulis buku, maka seluruh buku buku saya penulisannya saya cicil hari demi hari dan saya publikasikan di situs ini. Sehingga ketika diterbitkan hasilnya menjadi semacam kompilasi dari tulisan –tulisan tersebut, tidak terkecuali “Kambing Putih…” dan nantinya buku “Ayo Berdagang…”.

Buku ke 10 pun penulisannya akan demikian, yang membedakannya adalah isinya. Bila sampai buku ke Sembilan banyak didukung oleh referensi, sumber data dlsb.  Buku ke 10 akan berupa full imaginasi, semacam science fiction – begitulah.

Meskipun imaginasi murni, namun buku ini tetap akan di latar belakangan keyakinan saya bahwa akan ada satu kesempatan lagi Islam berjaya memimpin dunia dengan kekhalifahan yang mengikuti manhaj kenabian, bahwa kapitalisme akan segera runtuh, bahwa dunia merindukan adanya system yang adil dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat dst.

Buku ini akan  merupakan imaginasi saya tentang sebuah negeri di masa depan yang dekat, ketika system- system kedloliman dibidang politik ekonomi, social, budaya dlsb runtuh,  ketika perbaikan-perbaikan kecil yang mulai kita perjuangkan di dunia nyata saat ini mulai membuahkan hasil. Buku ini akan merupakan sebuah visualisasi cita-cita, seperti anak kecil yang diberi kanvas putih dan boleh menggambar seperti apa saja dunia yang dibayangkannya.

Namanya juga fiksi, tidak ada yang perlu tersinggung, bila ada kesamaan tokoh – kesamaan nama – itu kebetulan belaka.  Tidak perlu pula perdebatan tentang data, referensi, keakuratan dlsb. Bila ada yang keberatan maka sederhana saja caranya, yaitu membuat buku tandingan sesuai dengan imaginasinya sendiri.

Anda tidak perlu menunggu sampai akhir tahun depan untuk membeli buku ini nantinya, tidak juga perlu meluangkan banyak waktu untuk membacanya sampai tuntas.  Episod demi episod akan mulai di publikasikan di situs ini – dalam satu dua halaman setiap  tulisannya, persis seperti tulisan lainnya di situs ini.

Kemudian yang akan membedannya mana tulisan di situs ini yang real dan mana yang fiksi, maka kategori tulisan di situs ini ditambah satu yaitu kategori fiksi. Kemudian pada setiap tulisannya akan kita beri nomor episod, untuk menunjukkan tulisan tersebut adalah bagian dari buku yang sedang kita tulis ini.

Untuk pertama kali yang perlu saya beri nama adalah ya negerinya sendiri , maka agar ada benang merahnya dengan situs ini dan memudahkan penyebutannya – negeri fiksi ini saya beri nama Dinaria – negeri yang penduduknya menggunakan Dinar sebagai uang dan timbangannya dalam bermuamalah. Karena negerinya bernama Dinaria, maka penduduknya kita sebut Dinarian - inilah clue-nya kira - kira seperti apa negeri tersebut jadinya.

Hasilnya nanti Anda akan seperti membaca koran, dimana koran tersebut memuat berita-berita aktual, tetapi di bagian lain dia juga memuat sebuat certita bersambung (cerber) yang fiksi. Ini agar memberi variasi lain dan membawa kesegaran baru di situs ini. Insyaallah episod I akan kami munculkan dalam beberapa hari kedepan, tunggu tanggal mainnya.

0 comments:

Poskan Komentar