Oleh Muhaimin Iqbal (geraidinar.com)
Sebagaimana ‘mimpi-mimpi’ saya sebelumnya (30/07/2012 dan 21/05/2013), kali ini saya ‘bermimpi’ kembali Pak Kyai diundang untuk hadir di sidang kabinet. Seperti juga pada sidang-sidang sebelumnya, Pak Kyai diminta masukannya untuk ikut mengatasi masalah – yang tidak terselesaikan dengan cara konvensional. Kali ini masalah tersebut adalah membubung tingginya inflasi bahan-bahan pangan pasca kenaikan harga BBM.
Ketika para menteri terkait menjelaskan panjang lebar permasalahan harga daging, bawang, cabe dlsb., Pak Kyai menyimak dengan seksama – sambil sekali-sekali membuka kitab yang sengaja dibawanya. Betul, Pak Kyai sengaja membawa kitab referensinya – berupa kitab-kitab hadits – untuk make sure solusi yang akan disampaikannya nanti memiliki dasar yang kuat. Referensi utamanya tentu saja Al-Qur’an, tetapi karena yang ini seharusnya sudah ada di ruang sidang kabinet – pikir Pak Kyai – maka dia tidak perlu membawanya sendiri.
